Jumat, 23 November 2012

10 Cara Mengembangkan cinta




 .
Bila seseorang ingin menambah tabungannya dalam rekening sebuah bank, dia akan mencari bagaimana cara mengembangkan harta tersebut. Demikian juga bagi orang yang ingin mengembangkan cinta dan kasih dengan pasangannya, maka harus mencari tahu cara yang cocok untuk mengembangkan cinta mereka. Berikut  beberapa cara yang bisa dilakukanuntuk menumbuhkan cinta dan kasih sayang terhdap pasangan (sumai-istri):
1. Saling memberi hadiah,

Penghianatan Cinta

 
Aku berikan seluruh cintaku hanya untuk mu
semua yang kau inginkan
telah aku berikan dengan ketulusan hatiku…
Saat ku di sini menunggumu
dengan penuh kesetiaan yang sungguh besar
hanya untukmu ..

Tapi ternyata ...
kau buat penantian dan semua cintaku ini sia-sia
kau tega tinggalkan aku sendri…
Kini aku merasakan sakitnya hati ku
hari-hariku saat bersamamu kini
hanyalah tinggal kenangan
yang tak akan mungkin dapat ku rasakan lagi…
Aku hanya bisa berdo’a tuk mu
agar kau selalu bahagia bersamanya
meski hati sakit tapi aku iklhas menerima semua ini….

Cara Mengajari Anak Menghormati Orang Tua


Tips anak agar menghormati arang tua, anak yang sopan, cara anak lebih dewsa. Beberapa sikap lain yang dapat anda lakukan sebagai orangtua untuk mencetak anak yang berperilaku hormat selain dengan cara/tips yang sudah dijelaskan dalam artikel Tips Mendidik Anak Menghormati yang Lebih Tua adalah sebagai berikut:

1. Bersikap tegas dan dapat dipercaya.
Tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan. Jika Anda melarang atau meminta anak melakukan sesuatu beri ia alasan yang benar serta beri ia ketegasan.
2. Bersikaplah terus terang kepada anak .

Kamis, 22 November 2012

Contoh Surat Cinta

Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, Dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah, Wahai, dik Narti, aku cinta kepadamu !
Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya.
Wahai, dik Narti, kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi, Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan.
Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta.
Wahai, dik Narti, dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan.
Aku melamarmu,

Cinta Seorang IBU

Hadirkan dalam benak kita, seorang perempuan yang dengan susah payah tengah melahirkan bayi yang dikandungnya. Rasa sakit yang tak mampu terucap lewat kalimat, rintihan tangis menahan kepedihan menanggung beban yang tak ringan dalam perutnya yang hingga 9 bulan ia bawa kemana-mana, harap dan cemas yang selalu terasakan dalam jiwa yang dengannya ia hanya mampu bersandar kepada pencipta dirinya dan yang Maha Kuasa menentukan segalanya terus hadirkan bayangan itu dalam benak kita…ketika bayi yang dikandungnya benar-benar lahir dengan selamat disertai tangis saat keluar menghirup udara dunia, perempuan itu tersenyum lebar seolah lenyap rasa sakit, pedih dan perih yang baru saja ia rasakan…berganti kebahagiaan yang tak terkatakan. Kelelahan badan tidak ia rasakan meski butiran keringat memenuhi sekujur tubuh dan wajahnya yang tampak letih. Air mata kebahagiaan mengalir di kedua pipinya sambil terus saja ia menciumi buah hatinya yang baru beberapa saat lahir dari perutnya. Siapakah perempuan itu? Dia adalah ibu kita. Ya, ibu kita…sosok tegar namun penuh kasih sayang yang telah melahirkan kita. Ibu yang dengan kasih sayangnya mengasuh, merawat dan membesarkan kita. Ibu yang dengan segenap cintanya yang tulus telah mendidik diri kita. Pengorbanan yang luar biasa telah ia lakukan, peluh dan keringat seolah hampir habis tertumpah demi membahagiakan kita, tidak jarang air mata tak tertahankan keluar menetes membasahi pipinya saat kita sakit dan menderita.
Ia tak pernah rela kita mengalami kesusahan, ia ikut merasakan kesedihan saat kita berteman dengan penderitaan, ia isi hati dan fikirannya untuk kebahagiaan anaknya, kita. Lalu, apa yang sudah kita lakukan untuk ibu kita? Balasan apa yang sudah kita persembahkan untuk perempuan mulia itu? Kalimat apa yang terucap lewat lisan kita saat kita dipanggil dan diminta bantuan olehnya? Manakah yang lebih mengemuka dari sikap kita kepada ibu yang telah entah berapa lama mencurahkan kasih sayangnya kepada kita itu? Ada baiknya kita renungi dalam-dalam firman Allah swt berikut ini :
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman/31:14)

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh…Lewati rintangan demi aku anakmu…
Ibuku sayang masih terus berjalan…Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah…Seperti udara kasih yang engkau berikan…Tak mampu ku membalas…Ibu…Ibu… (Syair lagu “Ibu”, Iwan Fals)

(Ustadz Sigit Yulianta M.S.I)

Template by:

Free Blog Templates

Animated Chocolate Heart Shiny Love